Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

PENGINDERAAN JAUH DAN APLIKASINYA – 1. Jenis-jenis Inderaja

Leave a comment

1. Jenis-Jenis Inderaja

Jenis pengideraan jauh yang umum ada 3 metoda, yaitu :

  • Metoda foto udara.
  • Metoda gelombang mikro.
  • Metoda citra satelit (antariksa).

1.1    Metoda foto udara

Metoda foto udara berisi rekaman rinci kenampakan permukaan bumi pada saat pemotretan. Dalam interpretasi foto udara, terdapat tujuh karakteristik dasar yang harus dipertimbangkan, yaitu :

  • Bentuk, adalah konfigurasi atau kerangka suatu objek. Bentuk beberapa objek menunjukkan ciri tertentu sehingga citranya dapat diidentifikasi langsung hanya berdasarkan kriteria ini.
  • Ukuran objek, yang harus dipertimbangkan mengingat hubungannya dengan skala foto yang digunakan.
  • Pola, adalah hubungan susunan spasial objek.
  • Bayangan, penting bagi penaksir dalam 2 hal yang saling bertentangan, yaitu:
    • Bentuk atau kerangka bayangan dapat memberikan gambaran profil suatu objek yang dapat membantu interpretasi.
    • Objek di bawah bayangan hanya dapat sedikit memantulkan cahaya dan sukar diamati pada foto, yang akhirnya dapat menghalangi interpretasi.
  • Rona, adalah warna atau kecerahan relatif objek pada foto.
  • Tekstur, adalah frekuensi perubahan rona pada citra fotografi. Tekstur merupakan hasil gabungan dari bentuk, ukuran, pola, bayangan, dan ronanya.
  • Situs atau lokasi objek dalam hubungannya dengan objek yang lain, sangat berguna untuk membantu pengenalan suatu objek.Perlengkapan interpretasi foto udara biasanya digunakan untuk tujuan :
  • pengamatan foto,
  • pengukuran kenampakan pada foto, dan
  • memindahkan hasil interpretasi ke peta dasar.

Karakteristik medan utama yang dapat diperkirakan dengan interpretasi foto udara yaitu jenis batuan, bentuk lahan (landform), tekstur tanah, kerentanan banjir, dan tebal bahan lepas di atas batuan induknya.

Interpretasi foto udara untuk evaluasi medan didasarkan pada pengamatan sistematik, dan evaluasi unsur kunci (key element) yang dianalisis secara stereoskopik. Hal ini meliputi : topografi, pola aliran, tekstur, erosi, rona foto, vegetasi, dan penggunaan lahan. Melalui analisis ini, penaksir foto dapat mengenali kondisi medan yang berbeda-beda dan dapat menentukan batas-batasnya.

1.2    Metoda gelombang mikro

Terdapat dua kenampakan berbeda yang mencirikan tenaga gelombang mikro, dipandang dari sudut penginderaan jauh, yaitu :

  • Gelombang mikro dapat menembus atmosfer dalam berbagai keadaan, tergantung pada panjang gelombang yang digunakan. Tenaga gelombang mikro dapat menembus kabut tipis, hujan renyai dan salju, awan, asap, dan lainnya.
  • Pantulan dan emisi mikro dari material muka bumi tidak ada kaitan langsung dengan pasangannya pada bagian spektrum tampak atau termal. Misal permukaan yang tampak kasar pada spektrum, mungkin tampak halus pada gelombang mikro.

1.2.1. Radar (Radio Detection and Ranging)

Radar merupakan sensor gelombang mikro aktif. Sesuai dengan namanya, radar dikembangkan sebagai suatu cara yang menggunakan gelombang radio untuk mendeteksi adanya suatu objek dan menentukan jarak (posisinya).

Prosesnya meliputi transmisi ledakan pendek atau pulsa tenaga gelombang mikro ke arah yang dikehendaki dan merekam kekuatannya, serta asal gempa atau pantulan yang diterima dari objek dalam sistem medan pandang. Sebagian besar radar penginderaan jauh berwahana udara dilakukan dengan sistem yang menggunakan antena yang dipasang pada bagian bawah pesawat dan diarahkan ke samping. Sistem ini dinamakan SLR (Side Looking Radar) atau SLAR (Side Looking Airborne Radar).

1.2.2. SLAR (Side Looking Airborne Radar)

Sistem SLAR menghasilkan jalur citra yang berkesinambungan yang menggambarkan daerah medan luas serta berdekatan dengan jalur terbang. SLAR merupakan suatu sistem pengintaian kemiliteran yang ideal, tidak hanya memberikan kemungkinan dapat diandalkan dalam segala cuaca tetapi juga merupakan sistem aktif, sistem pencitraan siang malam.

Pada perkembangan selanjutnya, SLAR digunakan pula dalam bidang sipil, serta termasuk alat yang baik untuk mendapatkan data sumber daya alam, seperti analisis geologi, inventarisasi kayu, lokasi jalur transportasi, dan eksplorasi mineral. Selain itu radar juga telah digunakan untuk memantau permukaan lautan untuk menentukan kondisi angin, ombak, dan es. Asas pengoperasian Radar Pandang Samping Wahana Udara (SLAR) dapat dilihat pada Gambar 1, sedangkan pada Gambar 2 menunjukkan sistem pengoperasiannya.


Gambar 1.     Asas pengoperasian radar pandang samping wahana udara (SLAR)

Gambar 2.     Pengoperasian sistem radar pandang samping wahana udara (SLAR).

Selain sistem SLAR, juga terdapat sistem penginderaan Mikro Pasif. Sistem ini tidak menggunakan tenaga penyinaran sendiri, tetapi penginderaan tenaga gelombang mikro yang diperoleh secara alamiah dalam medan pandangnya.

Pengoperasian sistem ini hampir sama dengan radiometer termal. Teori radiasi benda hitam merupakan inti bagi pemahaman konseptual penginderaan gelombang mikro pasif, tetapi sensor gelombang mikro pasif lebih menekankan penggunaan antena, bukan unsur deteksi. Sinyal gelombang mikro pada umumnya terdiri dari sejumlah komponen sumber yang sebagian dipancarkan, sebagian dipantulkan, dan sebagian ditransmisikan (Gambar 3).

Gambar 3.     Komponen sinyal gelombang mikro pasif

Intensitas gelombang radiasi mikro pasif yang diindera dari jarak jauh atas suatu objek tertentu tidak hanya tergantung pada temperatur objek dan radiasi yang mengenainya, tetapi juga tergantung pada sifat pancaran pantulan. Sifat ini dipengaruhi oleh :

  • sifat khas elektrik permukaan,
  • sifat khas kimiawi dan sifat khas tekstur objek,
  • paduan konfigurasi dan bentuk,
  • serta sudut arah pengamatan.

Dalam sistem ini, terdapat beraneka ragam kemungkinan sumber dan sinyal yang dihasilkan tenaga gelombang mikro pasif sangat lemah, sehingga interpretasi sinyal ini jauh lebih rumit daripada sensor lain.

Kegunaan sistem gelombang mikro pasif berkisar dari pengukuran profil temperatur atmosfer hingga analisis variasi tanah di bawah permukaan air, dan kandungan mineral. Konfigurasi dasar sistem gelombang mikro pasif dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4.     Diagram balok radiometer gelombang mikro pasif

Penginderaan gelombang mikro pasif bermanfaat sekali dalam bidang oceanografi. Pemanfaatan ini berupa pengukuran daya pantul es laut, arus, dan angin, juga untuk mendeteksi pencemaran minyak dan memperkirakan jumlahnya. Meskipun sedikit penelitian yang berhubungan dengan penginderaan gelombang mikro pasif dalam hidrologi, tapi potensinya besar untuk mendapatkan informasi tentang kondisi pencairan salju, temperatur tanah, dan kelembaban tanah untuk daerah yang luas.

1.3    Metoda citra satelit (penginderaan jauh dari antariksa)

Satelit-satelit yang digunakan dalam metoda ini adalah :

  • Satelit Landsat
  • Sistem satelit sumber daya bumi, Seasat-1, pesawat antariksa ulang alik (space shuttle), SPOT
  • Satelit cuaca, satelit NOAA/TIROS, satelit GOES, satelit Nimbus, program satelit cuaca pertahanan (Defense Meteorological Satellite
    Program/DMSP)

1.3.1. Satelit Landsat

Penginderaan jauh dari antariksa dengan Satelit Landsat terutama bertujuan untuk pengamatan sumberdaya bumi. Satelit Landsat dimuati 2 sistem penginderaan jauh pada wahananya, yaitu :

  • Sistem Return Beam Vidicom (RBV) dengan 3 saluran.
  • Sistem penyiam multispektral (MSS) dengan 4 saluran.

Konfigurasi pengoperasian sistem MSS ditunjukkan pada Gambar 5, sedangkan Gambar 6 menunjukkan konfigurasi sistem RBV pada landsat.

Gambar 5.     Konfigurasi pengoperasian sistem MSS landsat

Gambar 6.     Konfigurasi sistem RBV pada landsat

Interpretasi terapan citra landsat telah dilakukan dalam berbagai disiplin ilmu seperti pertanian, botani, kartografi, teknik sipil, lingkungan, geografi, kehutanan, geologi, geofisika, analisis sumber daya lahan, perencanaan tata guna lahan, oceanografi, dan analisis sumber daya air.

Skala citra dan luas daerah liputan per kerangka sangat berbeda antara citra landsat dan foto udara konvensional. Sebagai contoh untuk meliput satu citra landsat diperlukan lebih dari 1600 foto udara berskala 1 : 20.000 tanpa adanya overlap. Hasil landsat bila dibandingkan dengan foto udara adalah :

  • untuk suatu kenampakan geologi yang panjangnya ratusan kilometer akan tampak lebih jelas pada citra landsat,
  • untuk mengkaji suatu pemukiman, foto udara lebih efektif karena penelitian dilakukan dengan ketinggian rendah, dan
  • citra landsat hanya dapat dipelajari dalam 2 dimensi, sedangkan foto udara sebagian besar dapat dilihat tiga dimensi.
  • oleh sebab itu citra landsat harus dianggap sebagai alat interpretasi pelengkap dan bukan sebagai pengganti foto udara berskala besar.

1.3.2     Sistem satelit sumber daya bumi yang lain

Misi pemetaan kapasitas panas (HCMM) merupakan yang pertama di antara seri Misi Peneliti Terapan (Application Explorer Missions/AEM) yang kecil dan relatif tidak mahal biayanya. Satelit percobaan ini memiliki ketepatan orbit dan stabilitas ketinggian yang kurang teliti bila dibandingkan dengan landsat yang lebih besar, sehingga satelit ini diarahkan bagi percobaan kelayakan.

HCMM merupakan wahana antariksa pertama yang dibuat untuk menguji kelayakan dalam melakukan pengukuran variasi termal kenampakan di muka bumi untuk memperoleh identitas dan kondisinya. Data HCMM telah diterapkan pada berbagai bidang seperti :

  • Penggunaan pengukuran termal untuk membedakan jenis batuan dan lokasi sumber daya mineral.
  • Pengukuran temperatur tajuk tumbuhan pada interval waktu tertentu yang sering digunakan untuk menentukan laju transpirasi tumbuhan dan tingkat kesehatannya.
  • Pengukuran parameter kelembaban tanah dengan pengamatan siklus temperatur tanah.
  • Pemetaan aliran termal alamiah.
  • Perbaikan prakiraan aliran air oleh mencairnya salju.

Salah satu jenis sistem ini adalah penggunaan Satelit Seasat-1 yang merupakan seri satelit pertama yang diusulkan untuk penelitian oceanografi. Jenis sistem yang lain adalah Pesawat Ulang Alik yang memiliki kemampuan terbang ke antariksa pulang-pergi secara berulang. Pesawat ini memiliki wahana 3 tahap (Gambar 7), yaitu :

  • Sepasang roket pendorong berbahan bakar padat (Solid Propellant
    Rockets).
  • Satu tangki pendorong berbahan bakar cair.
  • Wahana pengorbit.


Gambar 7.     Pesawat Ulang Alik

Sedangkan jenis SPOT-1 (Satellite Probobtoire Pour 1′Observation de la
Terre) merupakan satelit Perancis yang pertama. Sistem penginderaan yang diusulkan untuk misi ini terdiri atas 2 scanner spektrum sinar tampak beresolusi tinggi (High
Resolution Visible/HRV).

1.3.3. Satelit cuaca

Satelit cuaca jenis NOAA mengorbit dekat kutub bumi dan sejajar dengan orbit matahari, serupa dengan landsat. Pada satelit ini dilengkapi dengan suatu radiometer pembuat profil temperatur vertikal (vertical
temperature profiling radiometer/VTPR), suatu sistem yang tidak menjadikan citra VTPR mengukur profil temperatur atmosferik.

Sedangkan Satelit Meteorologi Selaras (Synchronous Meteorology
Satellite/MSS) atau Satelit Operasional Lingkungan Geostasioner (Geostationary Operational Environmental Satellites/GOES) merupakan bagian jaringan global satelit cuaca yang ditempatkan pada jarak sekitar 700 bujur di seluruh dunia.

Selain itu, untuk saat ini banyak unsur rancangbangun satelit cuaca yang operasionalnya berpangkal dari pengujian awal Satelit Nimbus, misalnya Nimbus-7. Satelit ini dilengkapi dengan sensor berupa radiometer termal multisaluran dan radiometer gelombang mikro. Program Nimbus-7 bertujuan untuk penelitian pemetaan : es di laut; sifat khas spektral; timbunan es; distribusi O3 (ozon), H2O, NO2, dan HNO3; putaran radiasi bumi; profil temperatur vertikal; konsentrasi aerosol; distribusi global CO, CH4, dan NH3.


Program Satelit DMSP membawa sejumlah sensor cuaca. Scanner yang dibawa menghasilkan citra pada saluran sinar tampak dan inframerah pantulan, serta saluran inframerah termal. Baik citra termal maupun citra tampak DMSP telah digunakan untuk berbagai terapan di bidang teknik sipil seperti halnya pemetaan bentangan salju. Pada masa mendatang satelit ini akan ditingkatkan resolusi dan jumlah terapannya di bidang teknik sipil.

About these ads

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 658 other followers