Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

JEJAK TITIAN (chapter: 4)

Leave a comment

Dentingan suara senar gitar tanpa teriring suara nyanyian terdengar fals namun berat. Kalah bersaing dengan kotak radio dua band yang cempreng mengeluarkan nada dangdut melayu dari jarak 7 meter dari tempat ali berada.

Ali tidak menyurutkan niatnya melantunkan lagu dari grup band ternama negeri ini. Abdullah memperhatikan dengan seksama jemari ali yang sedari 6 menit lalu telah menari diatas senar-senar gitar yang mulai tampak berkarat.

“bang…”,teriak abdulah yang sontak menghentikan petikan gitar ali. “gantian bang, aku mau pinjam gitarnya. Aku juga mau belajar bang…”.sembari melayangkan seuntai senyum lugu dari bibir abdulah.

Ali sedikit mengernyitkan dahinya dengan sedikit senyum agak aneh dan lirikan mengejek ditujukan pada abdulah. Namun sejurus kemudian senyumnya terkembang manakala dia memandang wajah abdullah yang penuh semangat. “ambillah abdu, mainkan musikmu, biar kalah suara radio cempeng disana itu… Hahahahaaa…”ali menjawab sambil tertawa. “mau main lagu apa”,lanjutnya.

“tidak tau bang”,abdullah menjawab sambil sekali lagi tersenyum seraya menggaruk-garuk kepalanya. “lupa bang, tadi sih ada pas lagi liat abang main, tapi sekarang sudah hilang. Apa ya…”, abdullah berpikir sejenak mengingat-ingat lagu yang ingin dimainkan tadi.

“kelamaan du, mikir terus kapan mainnya. Sudah… Ditinggal dulu. Belum makan khan. Ayo kita beli di depan jalan” ali mengingatkan.

Abdulah menyaut cepat, “oh iya. Lupa bang. Tadi abis isya kelupaan mau beli makan. Sudah lapar dari tadi… ”

“nanti abang ajari main gitar menggunakan kunci grip biar kamu lebih jago lagi. Sekarang taruh gitarnya di dalam, cepetan…” kata ali, yang diikuti oleh langkah abdullah menuju petak untuk meletakkan gitar.

Melewati jalanan setapak yang setengah becek ditemani remang lampu 5 watt dari kejauan mereka bergegas menuju warung tempat membeli makan. Sambil ali bercerita kecil kepada abdullah mereka pun berlalu menuju terang benderang suasana tepi jalan.

(chapter 4, bersambung)

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s