Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Budaya Membaca dan Menulis

Leave a comment

Kebudayaan manusia dihitung memasuki jaman sejarah ketika nenek moyang kita mulai mengenal tulisan. Perkembangan kebudayaan menjadi semakin pesat. Kemajuan-kemajuan tercapai hingga saat ini kita sebagai generasi sempurna yang menikmati kumpulan sejarah kebudayaan dunia. Anak cucu kita menjadi generasi selanjutnya yang akan merasakan penyempurnaan budaya dari kita yang hidup sekarang.

Sejak kecil kita belajar di bangku sekolah dasar tentang bagaimana membaca, menulis dan berhitung. Sementara berhitung kita lewatkan dulu dalam tulisan ini. Membaca dan menulis adalah ilmu dasar untuk melangkah ke ilmu yang lebih jauh lagi. Tanpa bisa membaca dan menulis kita akan jadi orang terbelakang yang tidak mengerti tentang dunia kecuali dunia yang kita lewati melalui pengalaman pribadi.

Pepatah tua mengatakan buku adalah jendela dunia. Buku disini bukan hanya berbentuk kitab atau susunan kertas tapi lebih luas artiannya. Dengan membaca buku kita akan mengerti pemahaman-pemahaman ide oleh sang penulis yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita. Disitulah letak kekuatan membaca. Dengan membaca kita juga dapat mengetahui perkembangan dunia baik lewat media cetak maupun
elektronik.

Di lain sisi ada kegiatan menulis yang tidak kalah berpengaruh dalam pendewasaan diri kita. Belajar menulis bagi sebagian orang mungkin susah. Hal yang sering menghambat penyampaian pendapat melalui tulisan ada pada ketidakterbukaan seseorang pada tulisan yang akan dibuat. Bagi sebagian orang yang lain menulis menjadi hal yang menyenangkan karena mereka tidak perlu melafalkan pendapat mereka melalui ucapan. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang pendiam yang “bukan pendiam”.

Menulis dan membaca jika disatukan akan dapat memberi manfaat dan faedah yang sangat besar. Dengan terbiasa menulis dan membaca bukan hanya mengaktifkan otak untuk berimajinasi saja namun dapat membantu daya pikir kita menjadi kritis. Otak kita akan terbiasa untuk merespon apa yang kita baca dan juga “memaksa” kita untuk bagaimana membuat tulisan yang bukan sekedar sampah.

Seberapapun hebatnya pendapat dan pemikiran kita tentang berbagai hal, tidak akan menjadi hebat jika semua itu hanya tertanam di pikiran kita tanpa ada visualisasi.

Jangan pernah iri jika orang lain menjadi lebih pandai dari kita. Semakin banyak buku yang kita baca semakin luas wawasan kita tentang dunia. Jutaan ilmu bisa kita dapat dengan membaca.

Mari budayakan membaca dan menulis dalam diri kita. Berikan yang terbaik dari diri kita untuk orang lain.

Sebuah kata seribu makna. Sebuah kalimat sejuta nasehat.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s