Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Olo-olo a.k.a. Tohgutil

Leave a comment

Olo-olo a.k.a. Tohgutil adalah manusia yang tinggal di pedalaman halmahera. Mereka menjadi cerita misteri dari hutan-hutan disana.

Menurut penuturan orang-orang yang tinggal di Maluku Utara khususnya pulau Halmahera, olo-olo bukan manusia purba yang tinggal dari dulu di hutan.

Alkisah dulu Olo-olo adalah masyarakat kelas bawah/pekerja bangsa portugis yang tinggal di daerah Maluku Utara. Mereka merupakan pekerja-pekerja pada penguasa portugis yang sempat menjajah bangsa indonesia. Kaum bangsawan portugis mengambil pajak yang sangat besar yang sulit di penuhi oleh pribumi indonesia maupun orang-orang portugis. Hukuman berat menanti jika mereka tidak mampu membayar pajak.Oleh kare na ketidakmampuan membayar pajak yang tinggi itulah para pekerja melarikan diri ke hutan halmahera dan tinggal menetap di dalamnya sampai saat ini.

Alhamdulillah selama 3 bulah hidup di pedalaman Halmahera saya tidak bertemu dengan olo-olo. Berdasarkan cerita-cerita masyarakat setempat, perilaku olo-olo sudah seperti manusia purba jauh dari kesan mereka dulunya berasal dari bangsa portugis.

Ciri-ciri olo-olo yang sangat menonjol dari penuturan masyarakat yaitu tubuh mereka yang tinggi bisa mencapai 2 meter lebih (karena mereka berasal dari bangsa eropa yang terkenal tinggi-tinggi). Ciri-ciri lain yang juga khas adalah telapak kaki mereka yang sangat lebar yang bisa mencapai 2 kali lebarnya dari telapak kaki manusia umumnya. Entah hal ini penyebabnya apa. Sebagian masyarakat berpendapat telapak kaki mereka lebar karena mereka tidak pernah memakai alas kaki dan terus-terusan berjalan.

Olo-olo dikisahkan sebagai manusia hutan yang sadis. 1 hal yang menjadi pepatah warga setempat yaitu “jika gigi kita kuat kita di atas, jika gigi kita tidak kuat kita di bawah”. Arti pepatah tersebut menunjukan barang siapa diantara olo-olo ataupun orang yang berhadapan dengannya lebih kuat maka dialah yang akan hidup sebaliknya jika kita tidak mampu melawan maka kita akan mati. Bukan sekedar kalah tapi mati dalam arti sebenarnya.

Bekas Master bor ku yang bernama Nardi adalah seorang yang berasal dari magelang namun sudah lama tinggal di halmahera. Pekerjaan sebagai master bor dalam pemboran nikel membuat dia harus keluar masuk hutan. Nardi adalah seorang jago berkelahi dengan badan yang sangat bagus. Dia pernah bercerita pengalamannya bertemu olo-olo di salah satu gunung di halmahera. Apa yang terjadi? Dia tidak berani melawan dan hanya mampu berlari sekuat nafasnya. Basecamp gunung lebih dekat dengan basecamp kaki gunung. Dia memilih untuk lari menuruni gunung menuju basecamp di bawah. Bahkan seorang jawarapun lari dari olo-olo apalagi aku.

Beberapa kelompok olo-olo banyak juga yang sudah turun gunung dan mengenal kehidupan masyarakat. Biasanya mereka ada di jembatan di sepanjang jalan trans halmahera. Olo-olo ini terkenal mata duitan.

Olo-olo adalah potret kehidupan purba di Indonesia yang masih ada sampai sekarang. Berhati-hatilah jika bertemu mereka di hutan Halmahera.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s