Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Otentikasi Sebuah Tulisan

Leave a comment

sebuah karya tulis entah itu dalam bentuk yang formal atau pun nonformal memiliki kaedah-kaedah penulisan masing-masing. Sebuah tulisan disamping merupakan hasil buah pikir sang penulis juga merupakan refleksi dari kejadian-kejadian yang mungkin dia lewati.

Perlu kita tindaklanjuti lebih jauh jika suatu tulisan bersifat ilmiah atau formal yang berisi hasil-hasil dari pengujian, survey dan sebagainya. Kebenaran yang nyata dan dapat dibuktikan adalah hal mutlak dalam hal ini. Menulis kebohongan dalam sebuah karya ilmiah adalah hal yang sangat tidak terpuji dan boleh jadi merupakan pelanggaran berat yang bisa saja menyangkut kepentingan orang lain.

Beralih pada konteks penulisan perjalanan hidup atau dokumentasi. Pembuktian-pembuktian juga tidak bisa disepelekan jika kita
benar-benar tertarik dengan suatu autobiografi atau lainnya dari orang yang kita kagumi. Disamping penulisan alur kisah yang ditata apik dalam kata-kata yang berorientasi kenyataan, bukti otentik juga mengambil porsi penting. Hal berupa gambar, foto, suara maupun video dapat memperkuat otentifikasi dari sebuah hasil karya tulis.

Kita ambil contoh yang vulgar. Carilah dengan mesin pencari internet (terserah mau pakai google, msn, punya yahoo atau apa sajalah yang biasa anda pakai) keyword “cerita dewasa” atau “cerita seks”. Anda akan temukan cerita pengalaman beberapa orang tentang petualangan seks mereka. Ceritanya ditata dengan bagus, namun rata-rata tidak disertai bukti. Banyak pembaca yang menilai tulisan-tulisan tersebut adalah bohong atau hanya sekedar khayalan penulisnya.

Bandingkan dengan jika anda mencari cerita hidup seorang tokoh dunia melalui wikipedia. Anda akan disuguhkan tatanan apik sebuah tulisan lengkap dengan bukti foto bahkan bukti video (jika memang ada).

Otentikasi sebuah karya mutlak ada. Bukan hanya sekedar untaian kata-kata. Namun tidak semua pengalaman nyata yang kita hadapi terdokumentasikan dengan baik dalam berbagai media. Yang mungkin terjadi adalah hanya sebuah tulisan yang kita buat sebagai pembuktian itu.

Kita tidak mungkin menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang dilihat orang lain. Kita juga tidak selalu berkesempatan untuk membuktikan kebenaran dari sebuah kisah. Lantas bagaimana kita dapat mengetahui sebuah tulisan itu nyata atau hanya khayalan jika kita tidak dapat membuktikannya sendiri. Kita kembalikan saja kepada penulisnya karena dia yang berhak dan bertanggung jawab atas apa yang dia tulis. Hanya penulis, sebagian orang yang juga melewati pengalaman itu dan Allah sebagai saksi yang Maha Mengetahui segalanya.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s