Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Dimana letak kehormatan itu?

Leave a comment

Masyarakat sudah memiliki jargon tentang kehormatan. Kebanyakan jargon tersebut hanya berlaku untuk perempuan. Lantas untuk laki-laki bagaimana?

Orong tua kita dahulu sering mengingatkan anak gadisnya untuk menjaga kehormatan dan mahkotanya. Kehormatan dalam hal ini spesifik tertuju pada sebuah keperawanan dalam arti yang sebenarnya. Ketika seorang perempuan kehilangan keperawanannya diluar nikah maka hilanglah kehormatannya. Banyak kasus kemudian membawa wanita-wanita ini kemudian menjadi terhinakan di mata masyarakat. Wanita menjadi korban untuk kedua kalinya setelah kehilangan keperawanannya.

Jika seorang pria kehilangan keperjakaannya maka apa yang terjadi? Tidak banyak masyarakat yang menganggapnya sama seperti perempuan. Seorang laki-laki tidak akan kehilangan kehormatannya.

Dari hal sederhana ini mungkin ada masalah gender yang sangat menonjol. Kebiasaan yang kemudian menjadi salah kaprah dan terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.

Masalah kehormatan mungkin salah jika hanya didefinisikan pada arti kata perawan dan perjaka. Masih banyak faktor lain yang patut dijadikan acuan.

Perempuan maupun laki-laki lebih patut dihargai dengan apa yang mereka lakukan, apa yang mereka ucapkan dan mungkin apa yang mereka pikirkan.

Seorang gelandangan dengan pakaian lusuh dan kehidupan seadanya namun memegang teguh agama dan norma-norma masyarakat jika dibandingkan dengan eksekutif berdasi yang bertabur kekayaan duniawi namun dengan kelakuan modern yang tidak melambangkan kepribadian yang luhur dan agama yang baik, mana yang lebih memiliki kehormatan? Manusia berpendapat menggunakan ilmu, pikiran dan akal yang diyakini benar. Namun semua itu belum tentu benar.

Ada sebuah pepatah jawa berbunyi “ajining diri ana ing lati”, yang artinya kurang lebih berbunyi “harga diri itu berada di lidah”. Lidah dalam hal ini adalah ucapan atau kata-kata yang keluar dari mulut seseorang. Terkadang kita lupa bahwa apa yang kita ucapkan tidak selamanya merupakan kalimat yang baik. Sengaja atau tidak bisa saja orang lain menjadi sakit hati, orang lain menjadi tersinggun atau bahkan orang lain memandang rendah kita. Siapa yang dapat mengontrol pikiran orang lain?

Bagi manusia baik laki-laki atau perempuan wajib menjaga kehormatan dirinya dan keluarga bahkan agamanya. Kehormatan bukan masalah gender goblok yang sering diucapkan oleh masyarakat. Jika mau bersandar pada agama, dosa yang telah disiapkan mungkin dapat menjadi cambuk agar kita selalu menjaga kehormatan kita apapun halangan yang menghadang.

Dihormatilah orang-orang yang pantas dihormati karena hal yang diberikan kepada orang lain.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s