Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Ramadhanku sewaktu kecil

1 Comment

Kalau ingat kisah ini rasanya pengen bilang sama diriku yang kecil kalau yang dilakukan itu salah. Namanya juga anak kecil masih jauh dari pemahaman logika yang baik. Jangan ditiru cerita ini ya. Dosa lho…

Sudah dari sananya kalau tanah Ambon itu panas. Lihat saja kulit penduduknya hitam-hitam. Biar hitam tapi seperti kata Om Yopie Latul, “hitam kulit manggustan, biar beta hitam tapi jadi rebutan”. Yah… Nyasar lagi deh. Intinya itu bukan lagunya om Yopie. Letak geografis dan merupakan daerah yang dikelilingi oleh lautanlah yang membuat Kota Ambon jadi begitu panas.

Jaman pas masih jongkok di SD, cerita bodoh ini terjadi. Bulan Ramadhan lupa tahunnya. Kalo tidak salah sekitar 1412 H atau 1413 H. Waktu sudah sore nih menjelang masuk waktu ashar. Pergilah aku dan teman-teman ke mesjid kampung. Cuaca sedang cerah, saking cerahnya sampai mendidih.

Waktu ambil air wudhu pas kumur2 membasuh mulut langsung diglek alias ditelan. Wuih seger memang air wudhu itu biarpun mentah. Dasar goblok, masih ingusan kagak mikir dosa. Padahal saat itu posisinya sedang berpuasa.

Tanpa merasa berdosa aku masuk masjid dan melaksanakan ibadah sholat ashar. Subhanallah, ternyata selepas sholat perut jadi sakit. Wakakaka… Syukurin kamu. Makanya jangan jadi pencuri, apalagi yang dicuri itu air wudhu. Mentang-mentang tidak ada manusia yang melihat. Sadar dong kalo diawasin Allah.

Loh kok malah ngomelin diriku sendiri? Kenapa tidak dari dulu aja nyet ngingetin diri.

Menginjak dewasa mudah-mudahan aku bisa belajar. Sampai sekarang aku belum sempat menanyakan perihal wudhu yang notabene bisa saja tidak sengaja tertelan kepada ulama atau ustad. Yang sering aku lakukan cuma selalu membuang ludah sampai dirasa air wudhu itu sudah tidak ada lagi di mulut agar tidak setetespun masuk ke dalam perutku. Ternyata semakin banyak aku meludah, semakin terasa air menumpuk di mulutku. Aku tidak ingin batal puasa karena wudhu. Adakah yang tau jawabannya? Tolong beri tahu aku.

Terkadang aku berpikir ini adalah nikmat Allah pada orang-orang yang berpuasa dan menunaikan sholat. Lalu bagaimana jika kita lantas mensyukurinya dengan menikmati itu? Bukankan seperti itu dapat membatalkan puasa. Menurutku sih begitu. Fiuh… Bingung. Masa gara-gara gak ingin batal puasanya lantas tidah wudhu dan sholat. Tidak lucu khan kalau ada air banyak tapi melakukan tayamum.

Duh… Masa kecil yang bodoh. Tapi alhamdulillah bisa membawa sebuah hikmah sederhana yang dapat dibagi dengan orang lain.

Maka jagalah puasa kita dari segala hal yang dapat membatalkannya. Semoga Allah selalu melimpahkan segala nikmatnya untuk kita semua. Amin ya robbal alamin.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

One thought on “Ramadhanku sewaktu kecil

  1. thanks buat pencerahannya meil. maklum anak kecil jadi nggak terlalu paham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s