Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Cerita yang melelahkan

2 Comments

Diantara semua perjalananku, mungkin cerita sekarang ini yang paling tidak mengenakkan. Bagaimana tidak, dari awal sampai detik ini tidak ada yang namanya mengesankan di hati. Berharap melihat dunia baru di tanah Sulawesi, walhasil malah apes.

Setelah perjalanan eksplorasi di pulau Matak, kepulauan Anambas, bos memberikan job baru. Berhubung ada banyak job yang harus dijalankan maka team yang kemarin dibagi 2 dan penambahan personel. Team 1 berangkat ke Tarakan-Kalimamtan Timur, dan team 2 berangkat ke Buol-Sulawesi Tengah. Kebetulan aku diplot di team 2. Sudah ada koordinator lapangan, akhirnya jadi wingman lagi untuk kesekian kalinya. No big deal buatku.

Keberangkatan selalu ditunda. Awalnya dapat berita akan berangkat lebih dulu dari team Tarakan, ternyata berangkatnya belakangan alias satu hari setelah keberangkatan team 1. Hambatan kedua datang ketika salah satu tiket keberangkatan ke jakarta tidak berlaku. Sumpah serapah keluar buat agen penjualan tiket.

Sampai di kabupaten Buol, masih stay 3 hari di penginapan. Urus ini urus itu, banyak cengkonek yang ribut.

Pas turun ke lapangan, ternyata keren juga. Keren bukan pemandangannya, tapi keren medannya. Sehari aku bisa tempuh 4 puncak bukit dan 4 jurang sungai. Melelahkan sekali. Untuk tembus 1 km ke dalam saja susahnya minta ampun. Teman-teman lain pun begitu. Semua dapat jatah menyakitkan.

Sampai akhirnya ada satu masalah datang. Semua pasukan diminta turun. Pekerjaan dipending dan cuma makan tidur saja di hotel. Sudah satu minggu keadaan seperti ini. Padahal kami hanya butuh 3 hari untuk menyelesaikan sisa job. Membosankan sampai detik ini masih di hotel kelas melati.

Bayangkan jika kami berada di daerah yang mendukung. Pasti rasa bosan tidak akan datang. Disini, tidak ada tempat hiburan. Tempat makan sedikit. Jaringan seluler sangat terbatas dengan kualitas palin low, menjadikan modem yang ada tidak berarti apapun. Untuk transfer data email saja hanya bisa mengandalkan hp busuk 5200 ku. Dan yang paling menyedihkan adalah pasokan listrik. Setiap hari listrik padam. Untung saja di hotel ini punya generator sendiri. Kalau tidak, kembali lagi ke jaman batu dan kayu.

Tak ada yang lebih baik disini selain mengeluh dan mengeluh. Makan gaji buta. Semua orang ingin pulang, tapi bos minta untuk tetap bertahan.

Apa mau dikata, ya sudah… Tetap bertahan. Tidak tau sampai kapan tetap bertahan.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

2 thoughts on “Cerita yang melelahkan

  1. Wah2, untuk cerita yang satu ini kurasakan semalem. Listrik padam 24jam nonstop. Berat memang tinggal di tempat yang seperti itu, jenuh yang ada. Sabar bro, dengan hidup seperti ini akan menjadikan kita kuat bertahan di manapun kita berada ato tinggal nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s