Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Telling Story About My Mountain Activity

Leave a comment

Sebenarnya aku bukan seorang pendaki gunung, bukan juga seorang pecinta alam. Hanya senang menikmati dunia rimba yang takkan pernah habis untuk dijelajahi. Aku, karena aku lebih senang berada di alam liar daripada hiruk pikuknya kota.

Aku jatuh cinta dengan dunia outdoor sudah dari kecil. Berawal dari main du belakang rumah yang kebetulan gunung. Ditambah dengan riwayat ayah yang seorang sarjana Kehutanan dan sering tugas ke hutan. Melihat foto-foto yang ada di album membuatku semakin ingin bermain dengan alam.

Ketika Abangku sma dia masuk organisasi pelajar pecinta alam. Waktu itu aku masih duduk di smp. Hanya saja dengar cerita dari dia tentang kegiatan pecinta alam tidak banyak berpengaruh bagiku. Yang aku rasakan saat itu hanya pikiran tentang bagaimana kerennya seseorang yang senang berada di alam liar.

Disinilah saat pertama kali diriku mengenal dunia luar sebenarnya, saat diriku masuk smu negeri 1 wonogiri. Aku bergabung dengan Pelajar Pecinta Alam Tunas Gumiwang yang punya slogan “BRAVO TG!!!”. Sekedar menyombongkan diri, posisi tertinggiku di organisasi ini adalah ketua 1 yang aku emban ketika kelas 2. selama berada disini, hanya Gunung Lawu yang pernah aku daki. 3 tahun berturut-turut karena itu merupakan kegiatan tetap tahunan di dalam agenda kepengurusan TG. selama 3 kali pendakian di sana lumayan banyak aku dapat pengalaman tentang alam. Jika anda adalah seorang pendaki, pasti mengerti kenikmatan berada di salah satu puncak dunia, biarpun itu hanya beberapa ribu meter saja diatas permukaan laut.

selulusnya aku dari smu 1, aku putuskan untuk kuliah di yogyakarta. jurusan yang aku pilih yaitu kehutanan UGM, namun sayang 2x ujian aku tidak lulus, sampai akhirnya adikku menyarankan masuk geologi. memang adikku yang memilihkan karena dia tau aku senang berada di hutan. Pengalaman dunia geologi membawaku untuk jatuh cinta pada dunia yang benar-benar liar. Sembari mencari dan menemukan bahan tambang untuk diekxploitasi, ada kenikmatan lain berjalan di keheningan rimba.

Kita tinggalkan kisah perjalanku sebagai junior geologist, back to the line. apa yang terjadi di tahun-tahun berikutnya, aku kembali mendaki gunung lawu sampai ke 6 kalinya. Terakhir bersama rekan-rekan Dharmapala UTY. Melelahkan memang 6 kali mendaki gunung yang sama. tiap pendakian memiliki cerita yang berbeda. Yang terakhir itu aku ajak cewekku (waktu itu masih resmi, sekarang sudah bubar). Susahnya menjaga semangat seorang perempuan ketika dia sedang drop. Sampai akhirnya kami bersama rekan-rekan lainnya bisa menikmati matahari terbit di puncak gunung lawu. Bagiku ini yang ke 5 kalinya. Sekali pendakian aku tidak sampai puncak karena dihajar badai.

Ini dia pendakian yang lain. Akhirnya gunung lain, selain Lawu. Tepatnya gunung sumbing. Lumayan melelahkan waktu itu karena untuk beberapa lama aku tidak melakukan kegiatan outdoor. malam dihajar badai, sampai puncak jam 2 siang, turun ngebut kehujana sampai di basecamp jam 8. Memang melelahkan waktu itu. Namun pemandangan ketika pendakian sangat mempesona hati.

Insyaallah jika ada rejeki dan umur panjang, aku akan mendaki gunung rinjani.

NB: aku bukan seorang montain boy, tapi aku seorang jungle boy. Aku lebih senang di hutan daripada gunung. Namun pengalaman di gunung sangat mengesankan.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s