Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Sang Pembangun Matahari

Leave a comment

Bukan aku pastinya karena aku adalah sang pelelap matahari. aku yang tertidur disaat matahari menjelang ,mengintip di ufuk timur. Ini tentang mereka yang senantiasa membuka hari sebelum dunia terang benderang.

Aku tidak akan menulis tentang kehidupan penyapu jalanan atau pengemis yang penuh ironisme. Aku akan bercerita tentang pelaku pasar tradisional. Para pedagang dan pemasok dagangan ke pasar-pasar yang becek lantainya dan sedikit bau.

Kenapa mereka? Karena setiap pagi ketika aku pulang ke rumah yang juga bukan rumahku sebenarnya, aku melihat mereka. Jam 3 pagi memenuhi 1/3 jalan gejayan a.k.a jalan affandi sekarang. dalam tamparan sinar lampu jalan kegiatan berjalan seperti itu setiap pagi, namun aku tidak akan mengatakannya rutinitas yang terus berulang karena setiap hari adalah hari yang lain. Jadi jangan pernah menyamakan hari kecuali kebodohan yang mengosongkan hari.

Ibu-ibu, bapak-bapak maupun anak muda serta buruh pasar tumpah ruah hingga pagi menjelang. Entahlah tapi begitulah pasar.

apa yang mereka cari? Disana bukan sekedar sesuap nasi. Disana bukan pula sekedar intan permata. Disana ada kehidupan. Ada seraut wajah dalam asa meraih kepingan keringat.

Mereka lah pembangun matahari. Yah sebutan yang aneh dariku. Sang pembangun matahari.

NB: sudah pagi, matahari sudah ngintip, maka marilah para kelelawar… Kita tidur. ZzZzZz…

[tweetmeme only_single=”false”]

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s