Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Al Jazirah Al Muluk

4 Comments

Al Jazirah Al Muluk sejatinya dalah sebutan oleh para pendatang Islam di negeri Maluku. Pendatang itu memberikan sebutan yang berarti “Tanah Para Raja” ini kepada Maluku karena keindahan alam serta terdapat banyak raja di daerah ini. Pendatang Islam ini lah yang akhirnya menjadi nenek moyang Patasiwa dan Patalima di negeri Ambon dan Maluku.

Saya tidak akan menceritakan sejarah tentang Maluku lebih jauh karena butuh kerja keras yang sangat lama serta tidak kompetennya diri saya dalam bidang sejarah, kecuali sejarah bumi dan kehidupan lampau juaan tahun yang lalu.

“Kota ambon ibu negeri tanah Maluku…” sepenggal syair lagu yang berjudul Kota Ambon. Ya, ibu negeri, ibukota dari propinsi Maluku. Disinilah Tumpah darahku, walaupun darah yang mengalir di dalam darahku sangat tidak murni darah Maluku. Disiniliah tanah kelahiranku, tanah yang selalu aku rindukan di kejauhan pulau di ujung negeri.

Negeri para raja, negeri adat yang kental dengan suasana adat dan budaya. Disini, kebanyakan desa adalah desa adat dengan kepala pemerintahannya disebut “bapa raja”. Seperti di tempat tinggalku sekarang yang masih masuk dalam teritorial desa Batu Merah. Tapi saya tidak tau siapa yang menjadi Bapa Raja sekarang. Bapa raja yang menjabat sebelumnya itu namanya Bapa Raja Ali Hatala, temannya ayahku yang saya panggil Om. Ahahaha.. ternyata Om saya itu bapa raja tooo…

Keindahan alam disini sangat mempesona, bukan hanya untuk wisatawan dan pelancong, bahkan penduduk asli pun bangga dengan keindahan alam daerah ini. Wisata pantai sangat banyak dari pantai Latuhalat di ujung barat, pantai Natsepa yang terkenal karena rujaknya, pantai Liang dan sebagainya. Ada juga “Pintu Kota” yang merupakan batuan sedimen gamping yang berdiri tegak yang bolong tengahnya, jadi tau khan kenapa disebut pintu kota??? Ada juga wisata pemandian air panas dan sungai air besar yang juga menjadi tempat wisata air terjun kecil.

Untuk urusan budaya, jangan ditanya lagi, tidak kalah dengansuku dayak, negeri ini punya begitu banyak tarian tekenal mulai dari tarian perang cakalele sampai tarian bambu gila. Kemarin waktu lebaran hari ke 7, ada acara adat di kampung Mamala dan Morela yaitu acara Pukul Sapu. Acara yang anarkis samapi berdarah-darah namun tidak ada dendam setelah itu. Acara itu sendiri merupakan acara yang sudah berlangsung sejak dulu kala. Pertama kali acara ini digelar yaitu sebagai acara pelepasan kapitan-kapitan (kapitan,julukan untuk pimpinan perang orang Maluku) yang membantu Kapitan Telukabessi melawan Kolonial Belanda.

Acara besar berskala internasional baru saja selesai dihelat di tanah Maluku, yaitu Sail Banda 2010. Tapi sayang seribu sayang dari penuturan rekan-rekan saya disini, acara ini bisa dikatakan jauh dari sukses. saya tidak akan membahasnya lebih jauh karena acara itu berkaitan dengan isu politik basi beserta embel-embelnya.

Satu hari menjelang takeoff saya menuju tanah Jawa, saya sempatkan menulis tulisan ini. Agak mengecewakan juga karena saya sedang tidak dalam performa terbaik untuk menulis, dan juga karena kepulangan saya dalam rangka berlebaran disini tidak disertai perjalanan wisata yang saya biasa saya lakukan tiap kali saya pulang kampung. Kegiatan saya Cuma di rumah jaga toko karena tidak ada yang menggantikan saya sebelum abang dan ibu saya pulang kerja. Yah nasib pengangguran lah. Ahahaha… satu-satunya wisata yang saya jalani Cuma nonton Acara pukul sapu di desa Morela. Saya juga tidak memiliki kesempatan untuk jala-jalan dan mengabadikan gambar-gambar panorama indah dan semua yang menarik menurut saya. Insyaallah nanti pulang kampung berikutnya saya bisa berwisata.

Akhir kata, mungkin sampai disiniliah saya menceritakan selayang pandang tentang tanah kelahiran saya, Ambon. Sampai jumpa di selayang pandang yang lainnya.

Senja di Pesisir Desa Morella

NB: Cerita selanjutnya akan berjudul “Pukul Sapu Desa Morella, Duel Darah Tanpa Dendam”.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

4 thoughts on “Al Jazirah Al Muluk

  1. Hunny,,, aku bingung baca tulisanmu yang ini… mana korelasinya? hihihihi… Btw cerita kali ini sambil curcol yak :p

  2. Hunny,,, dodol? ya bukan lah… Ada yang nggak mau ngaku rupanya kalo curhat colongan, makanya bilang dodol… hu,,, dasar ganteng🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s