Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Apesnya Dua Kali Katinting Karam

Leave a comment

ahh.. sungguh tragis kisah perjalanan turun dari flying camp di sungai keburau kecil yang bermuara di sungai kayan desa long tungu. ada-ada saja sampai capek sendiri untuk mengingatnya. bagaimana tidak, yang ada cuma cerita apes dan apes.

setelah 3 malam berada di bagian hulu sungai dan pekerjaan sudah tidak bisa dilanjutkan lagi maka diputuskan untuk kembali ke desa long lembu tempat dimana kami menganggapnya sebagai basecamp. berbekal katinting yang lumayan besar untuk ukuran sungai kecil. sebelum perjalanan milir (turun ke hilir sungai, red) semua barang bawaan yang cukup banyak kami bereskan. tak lupa pula sarapan pagi ala tarzan kota yaitu mie goreng instan plus nasi dan ikan asin.

perjalanan di mulai, tidak serta merta mulus langsung karena kondisi air surut karena malam tadi tidak ada hujan, dan sepertinya di hulu sungai juga tidak turun hujan. apa mau dikata, akhirnya kami yang beranggotakan 5 orang plus barang yang banyak itu berulang kali kandas di lantai sungai yang dalamnya tak lebih dari sejengkal. kalo seperti ini ceritanya bukan kami yang naik katinting tapi katinting yang menaiki kami alias kami tarik terus menerus.

oleh karena kecilnya debit air yang mengalir disungai, mesin motor katinting tidak dinyalakan karena tidak berguna dan rawan patah baling-balingnya. bahkan sebagai tambahan tidak ada satu dayungpun yang kami miliki. walhasil juru batu dan motoris hanya berbekal kayu batang berukuran panjang 2 meter menjadi senjata andalan. bahkan kakipun tak luput sebagai sarana untuk mengarahkan katinting agar melaju di aliran sungai yang sedikit lebih dalam agar bisa terus melaju.

3 tikungan sungai sebelum mencapai camp pertama yang kami buat, tragedipun terjadi akibat ketidak sigapan juru batu. yahh.. apa mau dikata, juru batunya takut kalau patah tulang. denga arus yang cukup deras dan menikung, sudah menunggu pohon yang menjorok ke sungai. dengan kecepatan yang tidak terkontrol, juru batu terlambat untuk menahan laju katinting dan mengarahkan ke jalur yang benar. prakkk… moncong katinting langsung nyeruduk akar pohon tadi yang menggelantung keluar dari tanah. juru batu langsung lompat buang diri banting kanan ke dalam sungai diikuti oleh motoris. kebetulan saja 2 orang lainnya sedang berjalan menyusuri batu sungai yang berukuran lumayan besar.

tanpa hitungan menit, detik sajalah langsung air dari buritan katinting menghantam. banjir bah air sungai memenuhi seisi katinting. sisa diriku saja yang teringgal bersama barang-barang bawaan. bingung melanda apa yang mau diselamatkan duluan. sang motoris sudah dengan sigapnya menyelamatkan mesin motor agar tidak terendam air. ternyata sudah terlambat… “its to late…” kata air nya. setelah mesin motor sudah diangkat baru barang-barang menyusul. mulai dari tas, beras, mie, kompor, lampu badai dan segala tetek bengeknya naik ke darat.

basah kuyup semua yang ada. bahkan sampai baju-baju di dalam tas ikut basah. untung saja barang-barang elektronik tersimpan rapi di dalam plastik. jadinya aman. setelah istirahat sejenak dan mengeluarkan air dari dalam ketinting, barang-barang langsung ditata kembali. siap melanjutkan perjalanan kembali dengan kondisi basah kuyup.

masih seputaran tarik-menarik katinting karena di bagian hilir lumayan banyak jeramnya. perjalanan tidak serta merta mulus. setelah melewati kampung punan, kejadian karam kedua pun terjadi. karena lengah juga juru batu. kayu timbul di tengah sungai dihantam naik padahal kiri kanannya layak untuk dilewati dengan mulus. tenggelam lah jadinya. daratkan barang lagi, basah kuyup lagi. kali ini ditambah katinting bocor. wahhh… mantap

menuju kuala kayan besar tantangan tidak jua hilang. air yang masuk ke katinting harus selalu dikeluarkan agar tidak tenggelam karena beban 5 orang plus barang memang melebihi kapasitas. sampai di sungai kayan yang lebarnya bisa mencapai 100 meter lebih yang ditakutkan hanya gelombang dari speedboat yang berpapasan dengan kami. bukan speedboat yang ada tapi longboat, ya sama saja gelombang datang. kami terombang-ambing mencoba mengikuti irama. aman walau kadang katinting sedikit terbanting-banting menghantam gelombang yang datang.

uyeee… sampai lah di desa long lembu. sampai disini pula cerita karamnya katinting. sekarang tinggal ceritany saja…

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s