Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Cerita dibalik sepasang kakiku

4 Comments

Kaki dan semua anggota tubuh adalah anugrah terindah oleh Tuhan kepada kita. Sudah sejatinya jika kita mensyukurinya bersama dengan mensyukuri nikmat roh kita yang melekat didalamnya. Bersyukur untuk kita yang masih memiliki sepasang kaki lengkap tak kurang satupun dalam cacat karena saudara kita yang lain banyak yang tidak bisa lagi menikmati indahnya memiliki kaki, bahkan mungkin sejak masa kecil mereka.

Kedua kakiku memang masih utuh. Mungkin bulu-bulunya saja yang berkurang karena rontok. Selain itu semuanya masih pada tempatnya. Itu untuk bagian luarnya. Bagian dalamnya sepertinya hampir babak belur. Setidaknya sudah ada 3 kecelakaan yang menyebabkan kakiku tidak senormal dulu. Untuk seorang geologist lapangan, hal ini tentu saja bukan berita baik.

Kecelakaan yang terjadi bukan kecelakaan saat mengendarai kendaraan bermotor. Alhamdulillah saya hanya 4 kali terjatuh dari motor dan itupun tidak menyebabkan luka yang serius. Kecelakaan yang aku maksud adalah kecelakaan di lapangan. Kecelakaan yang pertama yaitu saat menemani rekan mengambil data ke lapangan skripsinya di daerah pacitan. Berjalan di persawahan terasering. Tak disangka kaki kiriku masuk lubang (mungkin lubang tikus) dan hasilnya adalah engsel matakakiku terkilir. Saat itu masih pagi danperjalanan baru dimulai. Akhirnya sambil menahan sakit dan menopang badan dengan sebatang kayu aku mencoba bertahan. Sampai akhirnya pulang ke rumah dengan susah payah karena harus membawa tiger merah yang cukup berat. Satu minggu aku tidak bisa berjalan karena kecelakaan ini.

Kecelakaan yang kedua terjadi di kalimantan timur, tepatnya di daerah hutan senyiur kecamatan muara ancalong ketika melakukan geolistrik. Bertindak sebagai navigator penunjuk lintasan lurus mengharuskanku menabrak semua halangan yang ada di depan mulai dari semak, pohon kecil, sungai maupun tebing demi menghasilkan grid lurus 180 derajat. Karena keseringan naik turun tebing dan sungai serta banyaknya akar tumbuhan yang tak ikut tertebas parang cukup merepotkan. Beberapa kali pahaku menghantamnya. Ketika suatu saat hendak memenjat tebing yang tidak terlalu tinggu, angkatan paha kananku mengenai akar yang cukup besar. Saat itu tidak terlalu sakit, tapi ketika beberapa meter berjalan tiba-tiba berasa seperti engsel lutut kananku lepas. Tak mampu menopang badanku dan terasa sangat perih. Perjalanan pulang ke camp ditemani sebuah batang kayu, dan akhirnya pukul 19.30 baru sampai. Bayangkan saja rimba belantara saat malam, gelap. Beruntung saat itu ada senter. Cidera lutut kanan ini tidak parah, 2 atau 3 hari kemudian aku sudah bisa bekerja kembali.

Kecelakaan terakhir yang masih membekas sampai sekarang yaitu saat pendaratan yang sangat tidak mulus. Hasilnya lutut kananku terlalu keras menerima tumbukan beban badanku. Kejadian berlangsung di dareah bulungan, belum lama ini. mencoba menuruni tebing setinggi dua meter namun sayang berujung cidera. hasilnya saya kembali berjalan dengan tongkat untuk ketiga kalinya. lutut ku seperti lepas lagi seperti kejadian di senyiur, hanya saja kali ini lutut kanan yang cidera. malang sekali diriku harus menyeret kaki melewati semak belukar dan pakis yang seperti mengikat kakiku. setelah dipijat terasa enak, namun untuk seperti semula rasanya masih jauh. terakhir kumat setelah 2 bulan berlalu yaitu waktu hunting ke merapi. tiba-tiba saja nyeri itu datang lagi.

tiga dari empat engsel yang ada di kakiku sudah cidera, satu yang masih baik adalah bagian engsel matakaki bagian kanan. semoga saja tidak ada lagi cidera yang menghantamnya. sebagai seorang geologist kaki merupakan bagian tubuh yang vital, disamping kemampuan otak dan seluruh anggota tubuh. pekerjaan seorang eksplorer itu berjalan mencari hasil bumi dengan menjelajahi daerah-daerah hutan belantara. sulit jika kaki tidak berfungsi dengan normal. lain halnya dengan geologist yang bekerja di kantor, dibelakang meja yang berkutat dengan pemodelan dan sebagainya. kaki mereka tidak perlu bekerja keras.

jagalah kaki kita serta kelengkapan tubuh kita yang lain, kekurangan satu saja bisa menjadi bencana yang bisar jika kita tidak terbiasa. semoga kita semua senantiasa memiliki tubuh yang sempurna. menjaganya adalah salah satu wujud syukur kita kepada sang Pencipta.

Sent from MualMaul’s Windows® phone.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

4 thoughts on “Cerita dibalik sepasang kakiku

  1. Tuuuuuh kan, nyeri lagi deh. Hmmm… fisioterapi deh kalo gitu yo. Di jaga ya hun kakinya^-^

  2. hahaha… cuma nyeri biasa kok bun. xixixi… nanti juga sembuh :p

  3. cobaan yg anda terima merupakan balasan kesalahan anda menyakiti orang lain. mungkin masa lalu. mungkin pula saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s