Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Mainan Yang Aneh

2 Comments

Pagi tadi sewaktu sarapan pagi, kebiasaan malas nggak mau jalan jauh ya beli saja di rumah makan padang persis sebelah rumah. Biasanya dibungkus bawa pulang lalu makan di tempat favoritku yaitu tangga. Tapi hari ini tidak, berhubung sudah mandi plus rapih ya tidak ada salahnya makan di meja depan kasir.

Asyik menyantap nasi padang dengan lauk ati ayam plus terong, datanglah seorang ibu dengan dua anaknya. Satu anaknya lelaki berumur lebih tua dari adik perempuannya yang lebih kecil. Sambil menunggu kembalian dari kasir, ibu tersebut melihat-lihat kedua anaknya. Ternyata anak yg kecil itu mengeluh mainannya rusak. Dengan sigap ibu itu mencoba membetulkan mainan tersebut.

Yang bikin diriku heran itu jenis mainannya untuk ukuran anak kecil. Masa mainannya pisau-pisauan yang seperti punya teroris di film-film yang pakai pegas, dipencet tombolnya langsung keluar mata pisaunya. Alamak… Mainan macam apa itu? Ckckck… Benakku cuma bertanya mau jadi apa anak-anak itu nanti. Modal kriminil dimodalin langsung oleh orang tuanya. Hebat bukan?

Jaman sekarang siapa yang bisa menahan laju arus informasi? Apalagi itu televisi. Anak-anak pasti nonton tv berlebihan dan banyak juga tanyangan yang tidak mendidik. Tayangan dengan ratting untuk orang dewasa saja mereka libas, ya mau bagaimana lagi… Anak-anak bangsa ini sudah memasuki jaman karbitan. Tengok acara yang ditujukan untuk orang dewasa. Ada infotainment yang kadang kerjanya ngomongin aib orang, sinetron yang tokoh jahatnya selalu menang karena produser untung dengan memanjang-manjangkan episode, belum lagi berita-berita ekstrim yang tanpa sensor bisa langsung ditangkap.

Pencernaan otak anak-anak tidak seperti orang dewasa yang mampu berpikir sendiri demi kepentingannya. Nah ini anak-anak mana sanggup berpikiran. Apa yang dia tangkap, apa yang dia dapat pasti direkam oleh kepalanya. Bisa jadi diterapkan langsung tanpa berpikir bagaimana nantinya.

Andai disuruh memilih antara lahir di jaman sekarang dengan jaman 30 tahun yang lalu, aku akan langsung memilih yang terakhir. Setidaknya di jaman itu didikan orang tua masih terasa sebagai bekal hidup. Kalau sekarang mungkin anak semakin liar saja dan semakin sulit didik untuk menjadi baik.

Semoga generasi-generasi penerus yang telah dicecoki dengan berbagai macam kebusukan dunia masih bisa berpikir dikala mereka menginjak dewasa dan menjadi pribadi-pribadi siap menghadapi kejamnya dunia.

Sent from MualMaul’s Windows® phone.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

2 thoughts on “Mainan Yang Aneh

  1. Semoga saja kita bisa mendidik anak-anak kita nanti dengan baik, amiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s