Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Reds itu namanya

Leave a comment

image

image

image

Man and their machine… Begitulah pepatah yang menggambarkan begitu dekatnya laki-laki dengan mesin/kendaraan mereka. Dari sana pula sisi maskulin seorang laki-laki biasanya diukur. Yah… Begitu sih yang saya baca.

Honda tiger 2000 keluaran tahun 1996 warna merah menjadi pilihan saya. Waktu awal keluar honda tiger tahun 1994 saya sudah jatuh hati dengannya. Waktu itu saya masih duduk di sekolah menengah pertama alias esempe. Ada temen abang saya anak klub motor tunggangannya tiger. Gagah Bener jaman itu kalau lihat di jalan.

Beranjak abg di kota ambon, kota kecil di tanah maluku. Karena kecilnya itu jadi tiap hari lihatnya itu-itu melulu. Bayang-bayang honda tiger selalu ada di kepala. Waktu ditawarkan motor sama orang tua… Langsung saya jawab saya mau dibelikan honda tiger.

Berbekal duit sepuluh juta jaman itu pemberian orangtua buat beli motor, saya nekat beli honda tiger. Padahal bokap bilang beli saja motor bebek baru nanti kalau kurang duitnya ditambah lagi. Namanya juga cinta… Ogah beli bebek. Saya pilih beli motor bekas aja yang penting honda tiger.

Senangnya akhirnya kejadian juga punya motor sendiri. Biarpun belinya bekas yang penting hti senang. Sampai sekarang tiger yang biasa saya sebut reds (warnanya merah) masih setia menemani. Yah… Memang sudah hancur sana sini, tapi saya masih senang pakainya. Tidak kepikiran untuk menjualnya terus ganti baru. Nanti masukin musium aja kalo sudah pensiun. Hahaha…

Panas, hjan badai sudah kami lalui. Mogok di jalan sudah biasa. Banyak cerita sudah tercipta. Kadang bikin senang kadang bikin kesal. Kalau sudah kumat bisa hancurin kantong. Hahaha… Suka duka… Itu motor kalo nggak beres sedikit aja pasti saya kerasa. Wah.. Ada yang aneh… Langsung berimbas pada saya. Jalan jadi nggak nyaman.

Padahal kalau mau dibilang reds itu berantakan sekali. Shockbreaker depan belakang mati, knalpot bocor, hendle gas pakai kawat buat ngiket, body tidak center plus mesin yang kasar banget suaranya. Nah iu yang jadi jadi cir khas. Saking kencangnya suara mesin sampai-sampai dijuluki helikopter sama teman-teman.

Thanks mate sudah menemani perjalanan saya. Tak akan ada cerita tanpamu. Hahae… Õk°˚˚ºo;) kº°˚˚°ºÕk.

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s