Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours

Sampai sekarang saya masih berstatus mahasiswa

6 Comments

Mari bercerita flashback ke belakang sejenak. Sekedar mengenang memory yang berlalu sepuluh tahun saya memikul status mahasiswa. Iya, sepuluh tahun lamanya. Bukan cerita yang pendek tapi sepuluh tahun itu adalah hal yang terbodoh yang terjadi pada diri saya. Begitu sumpek sepuluh tahun ini dengan cerita, baik itu cerita yang membuat tertawa ataupun mengecewakan hingga orang tua sayapun sangat kecewa. Mari kita mulai saja daripada berhadapan basi.

Sepuluh tahun lalu, saat bulan september 2002 adalah awal diriku berstatus mahasiswa geologi di salah satu perguruan tinggi swasta di jogjakarta. Tepatnya di sekolah tinggi teknologi nasional. Dunia yang begitu baru untuk anak kampung seperti saya yang datang dari indonesia timur. Awalnya saya tidak pernah sedikitpun terbersit untuk menjadi seorang geologist. Boleh dikata saya salah jurusan.

Ayah saya adalah seorang insinyur kehutanan. Seperti ingin mengikuti pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, dan sayapun bercita-cita ingin seperti ayah saya yang seorang insinyur kehutanan. Waktu UMPTN saya ambil IPC dan memilih kehitaman UGM di pilihan pertama. Sayang saya tidak lulus. Pada kesempatan kedua saya tes lagi D3 kehitaman tidak lulus juga. Sampai akhirnya salah seorang adik perempuan saya berkata “mas, ada tuh jurusan geologi, gaweannya maen ke hutan”.

Adik-adik saya dari keluarga angkat memang tau betul saya sangat suka main ke hutan. Makanya dia menyarankan seperti itu. Akhirnya sayapun mendaftarkan diri dan diterima sebagai mahasiswa geologi di kampus sttnas yogyakarta walaupun berat hati. Berat karena waktu itu orang tua saya sedang kesulitan uang. Saya bilang ke orang tua, setahun ini saya cari kerja saja dulu, daripada kuliah nambahin beban. Namun ibu saya kekeuh saya harus kuliah. Ibu saya hanya seorang tamatan sekolah perawat, beliau sangat ingin anak-anaknya sukses melebihi dirinya. Dengan berat hati harus nyusahin orang tua, sayapun mulai kuliah.

Gladibumi. Anak geologi sttnas tau apa itu gladibumi. Disitu adalah gerbang awal pendidikan untuk menjadi seorang geologist di kampus. 5 hari 5 malam ditempa oleh kerasnya kehidupan liar para jabiger. Hari-hari yang melelahkan. Mungkin ada sebagian dari teman-teman yang mengikuti gladibumi asal-asalan. Saya tidak. Ilmu-ilmu dan doktrin itu saya terima dengan hati terbuka. Mungkin itu yang membuat saya sampai sekarang masih masuk ke rapat-rapat para jabiger muda. Saya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terdapat di sebuah jaket biru geologi dengan NAH: 02041.

beralih ke jaman kuliah. Awal kuliah adalah hal yang begitu menyakitkan. Betapa tidak, waktu sma saya ambil jurusan IPS dan sekarangaya kuliah di fakultas teknik. Sumpah saya harus belajar dua kali lebih keras dari mereka yang dulu ambil IPA. Sebenarnya saya ingin masuk IPA. tapi guru-gurunya kelakuan kayak setan semua makanya saya pilih IPS. hasilnya ya saya susah sendiri.

Semester 1 dan 2 saya lalui dengan perjuangan berat belajar ilmu alam. Sampai hampir putus asa. Semester ini saya belum mencintai geologi. Namun alhamdulillah nilai-nilai saya lumayan lah untuk ukuran lulusan IPS. hanya matakuliah kimia saja yang berantakan. Nah kalo kimia ini aib namanya. Wakakaka.. aib karena dosennya juga kayak setan ngajarin dan kasih nilainya.

Semester 3 menjelang. Jujur saya orangnya komunikatif dan berusaha untuk bisa masuk ke golongan manapun. Di angkatan saya dulu tidak pernah bisa satu. Yang jawa bergaul dengan jawa. Yang melayu ya begitu, yang maluku ya begitu dan seterusnya. Kedaerahan begitu kental terasa. Sampai ketika selesai kuliah lapangan 1 di kulon progo barulah mulai bisa berbaur. Ditambah lagi ketika seorang rekan jabiger meninggal karena dibacok orang. Sahabat itu bernama prasetyo wibowo.

Di keluarga besar GeoDuDa saya termasuk mahasiswa yang sering jadi andalan. Andalan bikin laporan, andalan dimintain jawaban pas ujian ataupun diandalin lainnya padahal saya juga tidak pintar-pintar amat. Yang ada juga lama-lama saya yang minta jawaban dari mereka.

Lanjut ketika jadi panitia gladibumi. Sesungguhnya aku ingin menjadi seorang KGB atau Ketua Gladi Bumi. Entah mengapa senior memilih lain dan akhirnya saya jadi seorang komandan lapangan. Yah… bergengsi memang tapi… ya tapi… capek yaaa… jadi komandan lapangan harus tegas mendidik. Alhamdulillah dapat pelajaran dari mentor yang waktu aku jadi gladian dan dia jadi komandan lapangannya. Jadi ya bisa lah dilewatinya. Pada akhirnya tahun tahun berikutnya ada tanggung jawab moral sebagai seorang mantan komandan lapangan untuk turut mendidik calon-calon jabiger bersama keluarga besar komandan lapangan lainnya. Barangkali yang paling parah waktu gladibumi tahun kemarin. Komandan lapangan dan mantan komandan lapangan berjejer 5 orang. Gemetaran-gemetaran dah kalian.

Kembali ke urusan kuliah. Setelah semester 5 dan 6 barulah saya benar-benar jatuh cinta dengan geologi. Belajar tentang alam, gagah di lapangan, iming-iming gaji besar. Dan waktu inilah saya bilang saya tidak menyesal masuk kuliah geologi.

Kuliah lapangan 2 berlangsung. Yah mirip dengan kuliah lapangan 1 tapi lebih detail belajarnya. Lulus kuliah lapangan 2 dengan titel Amd yang tidak tercantum. Hal ini bisa disejajarkan dengan lulusan D3. Kemampuan geologi semakin meningkat. Yah semakin sombong lah istilahnya. Masuk keluar seminar dan kolokium sok nanya sana sini, sok nguji. Wajarlah semakin mendekati tugas akhir.

Memasuki seminar geologi. Nah ini dia. dapat dosen pembimbing yang sedikit killer kata orang. Tapi nyatanya tidak. Justru berkat beliau saya bisa seperti sekarang. Bisa sedikit berpikir sebgai seorang geologist. Dia adalah dosen muda bernama ibu bernadeta. Beliau ini yang menggembleng saya dari yang pendiam di kelas sampai bisa berbicara dan bahkan mengcounter salah satu dosen yang sedikit salah menerangkan teori. Bagaimana dengan pelaksanaan seminar saya? Luar biasa.

Seminar geologi saya dengan judul “air dalam sistim panasbumi sebagai faktor pembentukan lapangan panasbumi dan pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik” ini saya presentasikan dengan sukses. 24 pertanyaan datang melayang kepada saya. 24 pertanyaan bukan sedikit. Bertubu-tubi datang sampai mulut saya berbusa seperti karbonatan. Kembali lagi berkat dosen pembimbing saya dan saya bikin sendiri seminarnya selama 2 semester (plus ngilang beberapa bulan) akhirnya saya sukses mendapat jika A.

Selepas ini adalah awal dari blablabla… kenapa blablabla… ya karena ini yang sampai sekarang jadi penyesalan. Selepas seminar dan bebas teori, tinggal tugas akhir. Waktu itu ada tawaran kerja praktek oleh sebuah perusahaan bernama greenworld. Anak perusahaan dari adam air yang sekarang sudah tutup. Ramai-ramai mendaftar. Jumlahnya ada 30 orang dari kampus. Ternyata… hanya saya sendiri yang tidak diberangkatkan. It ia suck sodara-sodara. Bagaimana tidak, ketika semua orang berangkat ke kalimantan, hanya saya yang tertinggal. Tapi sudahlah, ada hikmah dibalik semua itu. Digaji dengan nilai 4,5 juta untuk 3 bulan. Kerja rodi coy, ditambah makan yang terus-terusan indomie membuat saya bersyukur tidak diberangkatkan.

Bersambung saja lah… capek coy ngetuk di keyboard layar kecil. Nanti lagi yaaa…

Author: MualMaul

leaving as a legend!!!

6 thoughts on “Sampai sekarang saya masih berstatus mahasiswa

  1. wakakaka…dapet A ya seminar? :p btw, nulisnya nggak konsisten, kadang pakai aku kadang pakai saya… cari karakternya dong…

  2. hehehe..

    Kaks, saya penasaran dengan kelanjutan cerita bersambung ini,

    ada lanjutannya kah ??

  3. Perkenalkan kaks saya adalah mahasiswa geologi sttnas semester 4.

    Soal Greenworld, jauh sebelum saya kuliah saya sempat merasakan bekerja di lokasi ini setelah diakusisi oleh Atlas Resources

    Lokasinya berada di Mamahak, Mahakam Ulu. Lokasi paling jauh yang pernah saya alami dalam bekerja.

    Susah sekali logistik masuk ke daerah ini, jadinya ya tiap hari makan mie telur mulu kaks,

    Dalam pengeboran pun lithologi daerah ini relatif susah karena batuan sedimen disini kompak sekali

    Memang batubaranya hig rank coal tapi cuma beberapa puluh centi saja,

    Kata geost saya lokasi ini tuh serasa di ujung dunia, hahaha

    • Berarti kamu angkatan 2013 ya? Aku ikut gladibumi nya nggak ya? Hahaha

      Wah berarti kamu sudah banyak pengalaman dong. Aku nggak sempat diikutkan ke greenworld kemarin. Kalau ikut mungkin ketemu.

      Wah… sudah serasa ujung dunia ya. Besok tambah lagi pengalamannya ke ujung dunia lainnya. Belum ngerasain kan harap2 cemas dijemput atau nggak oleh helikopter di pegunungan papua?

  4. hay kak saya meifika saat ini saya ada plan masuk STT Nasional, kaka untuk ujian masuk STT Nasional apakah susah? materi yang diujikan apa saja kak? terima kasih
    mohon share infonya kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s