Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours


Leave a comment

Alcoholic vs Junkies

judul yang aneh ya. alcoholic vs junkies, apanya yang hebat ya. hehehe… karena salah satunya adalah diriku. eitz… jangan salah, aku alcoholic bukan junkies.

pada dasarnya kedua hal diatas adalah hal yang merugikan. dari segi keuangan rugi, dari segi masyarakat rugi apalagi dari segi agama itu rugi besar alias dosa.

kenapa aku menulis ini, cuma buat review sederhana aja. pengen bandingin keduanya dari segi seberapa berbahanyanya kedua hal tersebut.

resiko menjadi alcoholic lebih kecil dari pada jungkies. nanum tetap aja masih buruk.

alcoholic:
– banyak jenis alkohol yang bisa dikonsumsi mulai dari yang kadarnya 0,5 persen sampe yang level super tinggi diatas 42,7 persen.
– harga bisa murah meriah sampe yang kelas berat ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.
– jaman sekarang rata-rata legal untuk umur tertentu. bahkan banyak dijual bebas di toko 24 jam.
– resiko terhadap kesehatan besar (bisa kena liver dsb). bisa juga kematian jika overdosis.
– potensi kecanduan tidak terlalu besar.

jungkies
– jenis narkotika banyak. rata-rata mahal harganya. untuk marijuana aja mahal (aku gak tau persis, gak pernah beli)
– jika alkohol cuma punya 1 cara konsumsi, narkotika memiliki beragam cara tergantung jenisnya.
– semua jenis narkotika adalah ILEGAL, mungkin yang paling mendekati legal hanya penggunaan morfin di medan perang untuk mengurangi sakit akibat pertempuran.
– resiko terhadap kesehatan mulai dari hilang akal, aids sampai kematian yang super cepat.
– potensi kecanduan sangat besar. pengguna narkotika cenderung mencari sensasi yang lebih dari penggunaan sebelumnya.

kedua alkohol dan narkotika menghilangkan akal sehat. tak sedikit juga setelah konsumsi, selanjutnya adalah seks bebas. entah itu dengan teman atau mencari perek dijalan atau lokalisasi. resiko terkena penyakit menular meningkat. penggunaan jarum suntik untuk narkotika juga berandil besar pada penularan penyakit yang berbahaya seperti hepatitis sampai hiv aids.

tidak ada yang baik dari keduanya khan. jangan menyesal dikemudian hari jika salah melangkah hari ini.

Advertisements


Leave a comment

belajar dan terus belajar

rasa ingin tahu manusia itu kuat. bukan saja pada remaja yang memasuki masa puber, namun belajar adalah hal natural dari manusia tidak peduli bayi, anak-anak, remaja atau orang tua. tanpa sadar dan tanpa niatan, kita pasti sedang belajar saat ini.

jika ditelaah lebih jauh lagi, mungkin kita dapat membagi ‘belajar’ dengan 2 bagian besar yaitu belajar yang disengaja dan belajar yang tidak disengaja.

belajar yang disengaja adalah belajar yang dibarengi dengan niat dan tujuan. demi mencapai tujuan agar kita pandai dalam hal yang kita pelajari perlu dilakukan beberapa langkah kongkrit untuk mewujudkannya. misal kita belajar menulis maka kita memerkukan alat-alat tulis. lalu keta melalui proses pembelajaran menulis dengan sistem yang ada sampai akhirnya kita bisa dan pandai menulis.

belajar yang tidak disengaja adalah belajar tanpa adanya niat. dengan pengalaman menjalani berbagai hal misalnya. tanpa sadar kita sedang belajar, dan suatu saat ketika kita dihadapkan dengan suatu permasalahan secara tidak sadar kita mampu memecahkan masalah tersebut. faktor kebiasaan bekerja dominan disini.mungkin bisa dikatakan ini merupakan insting positif makhluk hidup.

salah satu dosen pembimbingku yaitu Bapak Ir. Setyo Pambudi, MT kemarin memintaku mengajarkan penggunaan aplikasi corel. alhamdulillah aku dapat membantu walau dengan ilmu sederhana yang ku miliki.

seorang guru menjadi murid dan murid menjadi seorang guru. janggal? tentu tidak. tapi banyak pembelajaran yang dapat diambil dari hal sederhana ini. belajar adalah kemauan keras untuk mengetahui. tidak peduli berapa umur kita sekarang. belajar juga tidak pandang bulu, siapapun bisa menjadi guru dan siapapun bisa menjadi murid.

belajarlah untuk menjadi manusia yang lebih baik.


Leave a comment

Hanya sebuah mimpi

mimpi tetaplah mimpi. mungkin hanya sekedar bunga tidur atau sebuah firasat yang diberikan mengenai keajaiban esok hari oleh Allah. namun pada hakekatnya sebuah mimpi hanyalah bayangan.

suatu kali kita bermimpi tentang suatu hal yang menyenangkan hati. tak jarang juga mimpi buruk datang menghampiri.

ketika terbangun dari mimpi begitu banyak reaksi. ada yang tersenyum ketika mendapat mimpi bahagia, bahkan ada juga yang menangis ketika terbangun karena kaget oleh mimpi yang kelam.

mimpi adalah refleksi dari alam bawah sadar kita. tak ada satu orangpun yang bisa menentukan mimpinya. trauma, perasaan berlebihan, cinta yang antusias, rasa takut yang sangat adalah beberapa hal yang mampu membentuk embrio mimpi kita.

semalam aku bermimpi sekilas saja yang membuatku tersenyum. selebihnya sama seperti mimpi-mimpi yang lain. aku bermimpi melihat seraut wajah perempuan berjilbab yang berteriak padaku. aku masih mengenal wajah itu.

ketika kita terbangun namun mimpi indah belum selesai, jangan berharap mimpi akan bersambung. mimpi bukan sinetron indonesia yang ‘never ending’. namun jika beruntung, bisa saja mimpi kita jadi bersambung. tapi kemungkinannya 1 berbanding 1 triliun.

selamat menikmati mimpi anda. kalo mimpi indah jangan lupa ajak saya ya.


2 Comments

pertemanan? persahabtan? percintaan?

Anda berharap pertemanan anda abadi? atau juga persahabatan untuk selamanya? atau bahkan percintaan anda menjadi sehidup semati? jangan terlalu banyak berharap.

keajaiban datang pada kita sebagai manusia. dan akhirnya kita bisa memulai hidup sebagai makhluk sosial. berinteraksi dengan siapapun di dunia ini. berbagai jenis hubungan kija jalani sebagai kodrat manusia. lantas apakah semua hubungan itu akan menjadi sempurna? itu hanya ada dalam mimpi kita.

suatu hubungan yang abadi dilandasi rasa saling percaya, ikhlas, cinta. jangan berharap lebih jika dari salah satu pihak tidak bisa memenuhi 3 hal diatas.

tulisan ini bukan saya tulis sebagai ungkapan kekesalan karena gagal menjalin hubungan dengan perempuan, tapi lebih karena saya prihatin dengan hubungan persahabatan kakak saya yang hancur karena hal keduniawian. dahulu mereka adalah 2 sahabat yang akrab. tapi kini hanya tinggal cerita lalu.

godaan terbesar mungkin datangnya dari harta, kemudian kedudukan dan sebagainya. sudah banyak kisah disekitar kita yang seperti itu. orang menjadi berubah ketika mereka telah memiliki banyak harta. begitu juga kedudukan yang tinggi.

ketahuilah bahwa Allah Maha Memutarbalikkan hati kita. sepersekian detik saja segalanya bisa berubah. jika kita ingin memiliki hubungan yang baik, pertahankanlah dengan kerendahan hati dan keikhlasan.


Leave a comment

Berdagang dengan ridho Allah

berdagang adalah hal yang mulia. Rasulullah Muhammad SAW saja berprofesi sebagai pedagang. kemuliaan ini juga disebutkan oleh Bapak Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu saat dialog calon presiden di salah satu stasiun tv terkemuka. memang benar adanya menurut saya juga. berdagang adalah tidak hanya semata-mata mencari untung tapi ada banyak ilmu yang dapat dipetik dari perdagangan itu sendiri.

dimata masyarakat umum, berdagang mungkin lebih dititik beratkan pada keuntungan yang melimpah. namun dibalik semua itu adakah ridho dari Allah? Semua kembali kepada timbangan yang adil seadil-adilnya. apalah gunanya untung besar tapi tidak menjadi berkah bagi kita.

berjual beli adalah mengenai hak dan kewajiban dari penjual dan pembeli. dibutuhkan kejujuran dari kedua belah pihak. timbangan harga harus pas dengan timbangan barang yang dijual, begitupun sebaliknya. jika ada salah satu yang kurang bisa menjadikan haram bagi salah satu pihak. sebagai contoh: seorang pedagang mengurangi takaran beras beberapa gram saja dengan sengaja, maka beberapa gram tersebut menjadi dosa baginya. mungkin begitu juga sebaliknya jika dia dengan sengaja menambah timbangan beras tersebut dengan tujuan agar dagangannya laku, mungkin juga hal itu tidak lantas menjadi suatu pembenaran.

timbangan yang adil dengan harga yang pas tanpa dilebih-lebihkan keuntungannya adalah kesempurnaan berdagang. jual-beli adalah suatu kepercayaan.

dibeberapa tempat dengan alasan yang tidak masuk akal, terkadang pedagang menaikkan harga. hal ini disikapi pembeli dengan umpatan. lantas apakah semua keuntungannya menjadi barokah? Wallahualam.

saya termasuk orang yang tidak ridho atas harta yang aku belanjakan jika itu bukanlah hak dari seorang penjual. bukan karena saya tidak ikhlas, tapi hal seperti ini menjadi suatu kebiasaan dalam perdagangan masa kini. seratus rupiah keuntungan yang diikhlaskan lebih baik dari satu juta rupiah yang didapatkan dengan cara yang tidak halal.

saya tidak pernah berani untuk menimbang, karena yang saya tau sengaja atau tidak jika tidak seimbang adalah hal yang salah.

jika anda adalah pedagang ataupun orang yang hendak berdagang, maka berdaganglah dengan kejujuran. sedikit rejeki jika diridhoi Allah akan membawa sejuta rahmat dan berkah bagi kita.