Wingman Arrows

La Douleur Est Temporaire, La Victoire Est Toujours


1 Comment

menyesal kuliah tambang

ini cerita bukan punya saya. karena saya tidak pernah merasakan jadi mahasiswa teknik pertambangan. ini kisah punya seorang adik tingkat Di kampus yang mengambil jurusan teknik pertambangan.

Kenapa dia menyesal ambil teknik pertambangan? entahlah. mungkin dia hanya menilai. mungkin karena terlalu banyak rekan-rekannya sesama anak tambang sedikit lebih susah dapat kerjaan dari yang geologi.

pada dasarnya semua sih sama saja. soal kerjaan Dan rejeki Kan sudah diatur. jadi siapa yangdapatsiapa yang tidak itu teraerah yang Di Atas. nggak ada yang bisa ganggu gugat.

mari kita telaah sedikit mengenai fenomena ini.

masyarakat awam lebih mengenal kata tambang dari pada geologi. mendengar kata tambang saja orang sudah berpikiran Pasti banyak duit. pasti sukses. kalau semua itu berjalan sesuai khendak kita Pasti benar. waktu memilih jurusan buat masuk kuliah juga Pasti lebih mentereng ambil tambang.

lantas kemana geologi? yaa… orang awam tidak kenal geologi itu apa. tidak tau apa yang dikerjakan seorang geologist hingga seperti tenggelam dimakan tambang. belakangan ilmu geologi sudah banyak dikenal karena banyaknya bencana alam yang terjadi yang akhirnya terekspose oleh media. baru deh terkenal.

lalu Kenapa ada penyesalan? rata-rata ilmu yang dipelajari Di tambang Dan geologi itu berbeda. Di tambang ilmunya lebih spesifik mengarah Ke eksploitasi pertambangan. mirip dengan teknik perminyakan yang spesifik mempelajari ilmu petroleum. kalo geologi Mau kemana saja bisa. yang dipelajari ruang lingkupnya luas. mulai dari ilmu ilmu petroleum, pertambangan, kebencanaan Dan lain sebagainya termasuk ilmu-ilmu pendukung lainnya. Hal inilah yang menjadikan kesempayan kerja seorang geologist itu luas. disamping luas, geologi juga merupakan ilmu eksklusif yang mentereng dengan atribut yang didukung.

saya bangga menjadi seorang geologist. bagaimana dengan anda?

Advertisements


Leave a comment

Nai kereta api… Tut tut tutttt…

Long distance relationship memang berat dijalanin. Mudah-mudahan dengan niat yang nggak neko-neko, urusan hati nggak bikin ribet walau jarak jauh. Orang yang dekat saja bisa berantem tiap hari apalagi yang jauh. Kalo nggak beneran dah buyar dari dulu.

Punya pacar jauh rumahnya di jakarta. Sedang diriku masih berdomisili di yogyakarta. Berasa jauh banget padahal tiap hari pengen ketemu. Apa mau dikata. Hahaha… Beruntung teknologi dah sangat maju. Komunikasi juga lancar jaya. Asalkan pulsa tersedia. Hahaha… Continue reading


Leave a comment

Susahnya mengajak orang untuk jadi blogger

Bukan perkara gampang untuk mengajak seseorang untuk menjadi seorang blogger. Bahkan untuk menulis sesuatu yang sederhana tanpa adanya struktur patern tertentu. Banyak cara aku lakukan untuk menularkan jiwa blogger tapi belum banyak hasil yang didapat.

Jika dibawa ke ranah personal, tentu kembali pada masing-masing orang sejauh mana dia ingin menulis. Sejauh mana dirinya berkeingian untuk menungkan ide dan pamikirannya ke dalam sebuah tulisan yang bisa dilihat oleh orang lain. Banyak yang sinis karena tidak terbiasa dan berkepribadian tertutup, lebih memilih berucap daripada menuliskannya. Ada yang tidak percaya diri dan merasa apa yang akan ditulis hanya bakal menjadi bahan tertawaan atau lelucon karena dia beranggapan orang akan memandang rendah tulisannya. Continue reading


1 Comment

Koin untuk presiden. Maksudmu?

Mari sedikit lihat cara pandangku yang lain, sesekali bolehlah membahas sesuatu yang sedang hot. Yup, koin untuk presiden. Sepertinya mirip-mirip dengan koin untuk prita dan koin untuk Bilqis yang sudah berpulang ke hadirat sang Khalik.

Apa yang salah jikat terjadi seperti ini? Berawal dari curhat presiden kita melalui pidatonya (entah dalam acara apa sayapun tak mau tau) yang menyatakan gajinya sudah tidak naik selama 7 tahun. Etis tidak seorang presiden mengutarakan hal itu pada rakyat indonesia? Aku rasa tidak. Itu bukan bentuk seorang satria sejati dari seorang pemimpin.

Seorang satria sejati tidak akan mengumbar pamrih apa yang dia dapatkan selama kepemimpinannya. Berapapun nilainya bahkan untuk sepeser rupiahpun itu tidak etis. Terlepas dari niatan yang mungkin baik dengan ucapan tersebut. Saya tidak ingin bermain politik dalam blog ini karena buat saya politik tetap saja sampah. Jadi biarkan saja permasalahan curhatan presiden kita bergulir entah berujung pangkal dimana.

Sepuluh menit yang lalu aku menyaksikan berita yang melaporkan adanya pengumpulan koin untuk presiden di gedung dpr. Di laporan itu terlihat baru sedikit uang logam disana dengan nominal Rp100, Rp200 dan Rp500. Kalo diperkirakan mungkin baru berjumlah kisaran 20ribuan rupiah. Di lain media, facebook sudah ada halaman dengan maksud yang sama yaitu koin untuk presiden. Berita yang lain sehari atau dua hari yang lalu ada yang menyampaikan gaji presiden seharusnya 1 trilyun rupiah. Nilai yang sangat besar, dibanding gaji presiden sekarang yang kisara 70an juta (maaf lagi aku nggak ngecek gajinya, bukan saya pembuat nota nya).

Kita tidak perbah tau niatan pribadi yang menjatuhkan beberapa koin di box itu, siapa pula orangnya. Andaikan berandai, bisa saja itu memang wujud keprihatinan masyarakat karena sudah seharusnya presiden menerima gaji yang lebih layak, tapi bisa juga sangat terbalik itu merupakan wujud penghinaan kepada presiden yang bisa jadi dianggap seperti orang yang sedang ngemis, makanya masukkanlah koin ke dalam box sebagai apresiasi kasihan atau iba. Itu semua hanya berandai, saya juga tidak tau hati orang lain. Soo…

Sungguh tragis bukan jika semua itu lebih berat larinya ke wujud kasihan? Sebagai anak bangsa aku merasa sangat miris dengan pikiran ini. Cobalah anda bayangkan sejenak, seperti apa semua ini dengan perandaian.

Ada pepatah jawa menyatakan "ajining diri ana ing lati" yang artinya harga diri itu ada di lidah, maka gunakanlah lidah dengan sebaik-baiknya ucapan. Semoga kedepannya hal-hal lelucon seperti ini tidak lagi menghiasi Indonesia. Persetan dengan politik!!!

Sent from MualMaul’s Windows® phone.


Leave a comment

Bendera Merah-Putih-Biru berkibar di Indonesia

piala dunia baru saja usai. wahwah… akhirnya aku menulis juga tentang piala dunia 2010. ahaha… bodo amat.. dan juaranya adalah Spanyol untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Belanda harus berbesar hati lagi dan mencoba 4 tahun kedepan di Brasil untuk mendapatkan piala dunia pertama mereka.

pada partai final kemarin Belanda berhadapan dengan Spanyol. partai sengit dan penuh dengan banjir kartu kuning sebnayk 12 dan 1 kartu merah. dan Iniesta lah yang berperan sebagai pahlawan pencetak gol, tidak lupa pula Casillas dan pemain lainnya juga tak kalah penting ambil bagian.

sudah kita akhiri partai finalnya. to the point. sesuai dengan judul diatas, pendukung belanda pada partai final banyak juga tak terkecuali masyarakat Indonesia. namun sayang seribu sayang aku tidak menyaksikan secara langsung pengibaran itu. ahahaha… ini cuba tebak buta. jadi ya enjoy aja. no pict = hoax, peduli setan.

Indonesia dan Belanda sudah pasti memiliki sejarah yang kuat dengan bercokolnya penjajah VOC dan antek-anteknya di negeri kita.  ya betul sekali. Indonesia memiliki ikatan emosional dengan Belanda baik itu emosional naik darah maupun emosional sedarah. kalau anda lahir di tanah Maluku eperti saya anda pasti yakin dengan pengaruh belanda disana. begitu banyak aspek maluku yang terkait langsung dengan belanda.

kedekatan secara darah pun banyak terjadi. teman-teman sekolahku waktu masih SD dan SMP banyak sekali yang berdarag Belanda. inilah yang mendekatkan Supporter Oranje Maluku dengan tim yang dikomdani oleh Geovani Van Bronkost yang notabene berdarah Ambon. ada juga Van Persie, Heitingga dan lainnya yang masih memiliki darah Indonesia.

lantas pada piala dunia kemarin pasti ada masyarakat yang mengibarkan bendera belanda. coba kalau para pahlawan kemerdekaan masih hidup pasti mereka akan mencaci maki anakcucu nya yaitu kita yang dengan sukacita mengibarkan bendera merah-putih-biru. Surabaya menjadi saksi saat para pahlawan merobek bagian warna biru untuk mejadikannya merah putih seutuhnya.

ahahaha… jangan ditanggapi seriuh yah. ini cuma cerita saja bukan provokasi. bagaimanapun sepakbola tetaplah sepakbola. jangan dicampur dengan politik atau apaun itu. cuma buat havefun. di luar sana sepakbola mempersatukan banyak negara dalam aksi damai terlepas dari semua embel-embel. pasukan belanda di piala dunia tidak pernah menjajah kita, yang menjajah adalah nenek moyang mereka. jadi yaaa… sahsah saja sepertinya.

ampun mbah pejuang…saya jangan di kutuk ya. saya cuma penikmat bola. hehehehe…

mari bermimpi dan terus bermimpi Indonesia akan berlaga di Piala Dunia agar kita bisa mengibarkan bendera kita sendiri. bendera merah-putih. Jaya Indonesiaku!!!

:iloveindonesia:iloveindonesia:iloveindonesia

[tweetmeme only_single=”false”]